Kemdiknas Kaji Pembentukan PTN Baru
Jumat, 01 April 2011 – 05:05 WIB

Kemdiknas Kaji Pembentukan PTN Baru
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) mengkaji usulan pembentukan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) baru. Usulan tersebut muncul dari kampus swasta. Proses membutuhkan waktu lama pada tahap perubahan asset kampus.
Tahun ini, usulan baru pembentukan PTN itu diantaranya muncul dari Universitas Tidar Magelang, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Universitas Andi Jemma Palopo, dan Universitas Sulawesi Barat. Sementara pengalihan yang masih berkutat pada pengalihan aset adalah, Politeknik Bengkalis, Politeknisk Nusa Utara Sulawesi Utara, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji di Kepulauan Riau.
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso menjelaskas, dengan pertambahan PTN tersebut bisa menambah kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan tinggi yang terjangkau. Dia menjelaskan, setelah kampus-kampus swasta tersebut dinegerikan, maka segala pembiayaan ditanggung negara. "Jadi bisa semakin terjangkau," tandas mantan rektor ITB tersebut.
Djoko menjelaskan, selama ini memang banyak usulan perubahan status kampus swasta menjadi negeri. Tidak semua keinginan perubahan itu semata-mata ingin mendapatkan mahasiswa baru yang lebih banyak. Atau juga bukan karena kampus tersebut nyaris bangkrut. "Kami tentu akan selektif," jelas Djoko.
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) mengkaji usulan pembentukan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) baru. Usulan tersebut muncul
BERITA TERKAIT
- Kompetisi Inovasi Teknologi Elektro Trisakti Cup 2025 Targetkan Siswa SMA Sederajat
- ITS Gandeng Ganesha Menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru FTSPK
- Pesantren 1.000 Cahaya, Misi Pendidikan Ramadan untuk Anak Yatim dan Disabilitas
- Pemprov Jabar Bakal Tebus 335.109 Ijazah Siswa Menunggak Uang Sekolah, Duitnya Rp 1,3 T
- Ruang Pintar PNM Perluas Akses Pemberdayaan Ibu dan Anak
- BINUS University Kukuhkan 7 Guru Besar Sekaligus di Awal 2025