Kemenag Perkuat Tata Kelola Zakat dan Wakaf dengan Modul Pembinaan Berjenjang

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) menyusun modul pembinaan bagi lembaga zakat dan wakaf.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta dampak sosial dari dua instrumen ekonomi Islam tersebut.
Sebagai bagian dari proses penyusunan, Ditjen Bimas Islam menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Erian, Jakarta.
Direktur Jenderal (DIrjen) Bimas Islam H. Abu Rokhmad menekankan, zakat dan wakaf telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, untuk memaksimalkan manfaatnya, diperlukan penguatan sistem pembinaan bagi lembaga-lembaga yang mengelolanya.
"Dengan modul pembinaan yang lebih sistematis, kita ingin memastikan bahwa pengelolaannya berjalan profesional dan sesuai dengan prinsip syariah," kata Abu Rokhmad, dalam keterangannya, Rabu (12/2).
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas nazhir atau pengelola wakaf.
Menurutnya, efektivitas wakaf tidak hanya bergantung pada aset yang diwakafkan, tetapi juga pada kemampuan nazhir dalam mengelolanya secara produktif.
Kemenag memperkuat tata kelola zakat dan wakaf dengan modul pembinaan berjenjang.
- BAZNAS Ajak Umat Islam Tunaikan Zakat di 10 Hari Terakhir Ramadan
- UIN Jakarta Masuk QS WUR 2025, Kemenag: Sejalan dengan Internasionalisasi PTKI
- Kemenag Bersama Belasan LAZ Bersinergi Berikan Beasiswa Zakat untuk Pendidikan
- Kemenag Dorong Hutan Wakaf sebagai Solusi Ekologi dan Ekonomi Umat
- Wakaf Hutan Jadi Fokus Kemenag untuk Aksi Iklim, Ajak Masyarakat Berpartisipasi
- Kemenag Terbitkan Edaran soal Masjid Buka 24 Jam Selama Mudik Lebaran 2025