Kemendikbud Akui Gaji Guru Honorer di Bawah Standar

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jendela Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sri Renani menyebut, persoalan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk guru-guru dengan status bukan PNS.
Banyak di antaranya belum diberi imbalan yang layak.
"Guru honorer yang tugasnya setara guru PNS masih jadi masalah karena gaji yang diterima sangat minim lantaran sebagian besar sekolah masih memberikan gaji berdasarkan (anggaran dari) Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," kata Renani di Jakarta.
Dia menambahkan, masalah guru dan tenaga kependidikan bukanlah semata tanggung jawab Kemendikbud.
Pemerintah daerah maupun masyarakat, termasuk asosiasi profesi guru juga ikut bertanggung jawab.
“Dialog dengan para mitra Kemendikbud kami lakukan untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Peraturan-peraturan terkait guru dan tenaga kependidikan sudah lengkap, tinggal implementasinya. Mitra kami itu ada 37 organisasi profesi guru, semua memberikan masukan untuk perbaikan kualitas dan kompetensi guru,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Qudrat Nugraha mengatakan, masalah guru bukan hanya tanggung jawab Kemendikbud, tetapi juga semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
“Masalah guru adalah masalah bangsa, jadi semua pihak punya tanggung jawab akan hal itu,” katanya.
masalah guru dan tenaga kependidikan bukanlah semata tanggung jawab Kemendikbud
- Kepala BKN Minta Pemda Siapkan Usulan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Secepatnya
- Bathra DPR Minta Pemda & K/L tetap Bayar Gaji Honorer Lulus CPNS & PPPK
- Bukan Hanya soal Pengangkatan PPPK 2024, tetapi Honorer Tidak Turun ke Jalan
- Nasib Honorer Calon PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu Sama Saja
- Seno Aji Pastikan Tunggakan Gaji Guru Honorer SMA/SMK segera Dituntaskan
- Para Honorer Masih Menerima Hak-haknya