Kemendikbud Pastikan Guru Honorer yang Diangkat Menjadi PPPK Dapat Perlindungan Kerja
jpnn.com, JAKARTA - Direkrut Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril kembali meminta seluruh honorer ikut rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).
Dengan menjadi PPPK, guru honorer akan mendapatkan perlindungan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
"Pemerintah telah membuka kuota hingga satu juta guru PPPK bagi guru honorer segala usia. Kami berharap ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh guru honorer," kata Dirjen Iwan dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Dia mengatakan, mekanisme PPPK menjadi salah satu solusi untuk menghindari terjadinya kasus pemecatan terhadap guru honorer.
Selain itu, seleksi PPPK ini merupakan upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah kekurangan guru, dan kesejahteraan guru honorer, termasuk perlindungan kerja guru di berbagai daerah.
Menurut Iwan, PPPK dan PNS statusnya sama-sama aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018.
"Gaji dan tunjangan PPPK sama dengan PNS. Hal ini akan menjawab persoalan kesejahteraan guru honorer," jelasnya.
Selain itu, pada manajemen PPPK, terdapat pasal pemutusan hubungan perjanjian kerja yang sudah diatur, dan ada prosedurnya sehingga bisa memberikan perlindungan kerja kepada guru.
Dirjen GTK Kemendikbud memastikan guru honorer yang diangkat PPPK akan mendapatkan perlindungan kerja.
- Ada Pemda Megap-megap Menyiapkan Anggaran Gaji PPPK, Oh
- Honorer Databse BKN Penasaran soal Seragam PPPK Paruh Waktu?
- Ribuan Honorer Tak Lulus PPPK Bakal Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
- Honorer jadi PPPK Paruh Waktu tak Perlu Khawatir, Tetap Terima Hak & Gaji Sesuai Ketentuan
- Gaji PPPK Paruh Waktu Maksimal Rp350 Ribu per Bulan, Oh
- 5 Berita Terpopuler: Ada yang Belum Jelas, R2 hingga Honorer TMS PPPK Mengetuk Pintu Istana, Siap-Siap Ada Demo Besar