Kemendikbudristek Memperingatkan Kepala Sekolah tak Memotong Tukin Guru

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengimbau para kepala sekolah tidak memotong tunjangan kinerja (tukin) para guru di masa pandemi Covid-19.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUDasmen) Kemendikbudristek Jumeri mengatakan walaupun pembelajaran dilakukan secara daring, bukan berarti kepala sekolah harus melakukan pemotongan tukin.
"Jangan dipotong, karena tunjangan kinerja itu membantu tenaga guru saat pandemi," kata Jumeri dalam taklimat media secara daring, Rabu (23/6).
Dia mengungkapkan selama guru mengisi daftar hadir dan melakukan pembelajaran daring, hak tenaga pendidik harus diberikan.
Jumeri mencontohkan saat dirinya menjabat kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, ada kebijakan untuk memberikan tambahan insentif bagi para guru dan tenaga kependidikan.
Insentif itu bukan hanya untuk pegawai negeri sipil (PNS) tetapi juga honorer.
"Di masa pandemi, guru-guru yang terpaksa harus memberikan kegiatan belajar mengajar secara daring jangan khawatir, tunjangannya tetap diberikan dan tidak dipotong," pungkasnya. (esy/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Kemendikbudristek memperingatkan kepala sekolah tidak memotong tunjangan kinerja atau tukin para guru. Tukin sangat membantu para tenaga guru di saat pandemi Covid-19.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Siap Huni untuk Guru, Mendikdasmen: Ada Subsidinya
- Flip Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Guru Mengaji di Pelosok Indonesia
- Begini Kebiadaban OPM terhadap Guru Honorer dan Nakes di Yahukimo
- Bupati Yahukimo Tegaskan Guru & Nakes di Anggruk bukan Anggota TNI-Polri
- Polri-TNI Evakuasi Para Guru & Tenaga Kesehatan yang Diserang KKB di Yahukimo
- 20 Ribu Guru di Sejumlah Daerah Ini Segera Menerima Kunci Rumah Subsidi