Kemenhub Kembangkan Intelligent Transport System

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong inovasi melalui transformasi digital. Salah satunya dengan mengembangkan Intelligent Transport System (ITS) untuk membuat prasarana dan sarana transportasi menjadi lebih informatif, lancar, aman, nyaman serta ramah lingkungan.
“Diharapkan sistem (ITS) ini mampu mempermudah kita semua para pengguna jasa transportasi massal, termasuk bagi pengguna tarnsportasi berkebutuhan khusus. Sistem ini mempunyai tujuan dasar untuk membuat sistem transportasi yang cerdas sehingga bisa membantu pengguna transportasi mendapatkan informasi, mempermudah transaksi, meningkatkan kapasitas prasarana dan sarana, mengurangi kemacetan, meningkatkan keamanan dan kenyamanan, serta mengurangi polusi lingkungan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono.
Djoko mengatakan, Kemenhub mendukung konsep kota pintar/smart city yang dipadukan dengan penerapan ITS di sektor transportasi, seperti: Advanced Traffic Signal Control Systems (ATSCS) yaitu suatu sistem yang mengontrol sinyal kepadatan lalu lintas secara real time, Electronic Toll Collecting System (ETCS) yaitu implementasi pembayaran tol menggunakan alat khusus On Board Unit (OBU), Bus Rapid Transit (BRT).
“Beberapa inovasi di sektor transportasi yang telah dilakukan terkait pemanfaatan IT ini antara lain ATSCS. Sistem ini dibuat agar pengaturan lalu lintas lebih responsif, menggunakan teknologi sensor signal lampu merah atau hijau. Selain itu, ada juga ETCS, suatu system dimana semua pintu tol harus menggunakan uang elektronik dengan harapan mengurangi waktu transaksi dan memperpendek antrian,” jelas Djoko
“Kami juga menerapkan BRT, ini memang belum sempurna tetapi perlahan nanti akan menjadi bagian membangun kota yang cerdas. Kedepan transaksi pembayaran angkutan bus akan seperti moda udara, mengurangi transaksi tradisional dan meningkatkan transaksi digital,” imbuh Djoko.
Melalui penerapan transportasi berbasis Teknologi Informasi tersebut, Djoko mengharapkan masyarakat bisa menggunakan angkutan umum.
“Untuk itu dengan pengembangan ITS ini kami harapkan sebagian dari pengguna kendaraan pribadi dengan pindah ke kendaraan umum dengan jaminan tentang masalah kenyamanan dan keamanan terjamin. Dengan IT, kita ingin membangun masyarakat yang rasional, mengedepankan logika dan menekan emosional,” harap Djoko.(chi/jpnn)
Sistem ini mempunyai tujuan dasar untuk membuat sistem transportasi yang cerdas, sehingga bisa membantu pengguna transportasi mendapatkan informasi.
Redaktur & Reporter : Yessy
- ENTREV Nilai Elektrifikasi Angkutan Umum jadi Momentum Reformasi Layanan Transportasi
- Kehadiran LRT Jabodebek Turut Tingkatkan Aspek Sosial & Perekonomian Indonesia
- Bluebird Hadirkan Layanan Bebas Khawatir Ramadan & Lebaran lewat 'Fix Aman'
- Herman Deru Apresiasi KAI Dorong Ekonomi Sumsel Lewat Pengembangan Jalur KA Logistik
- Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat Lebaran 2025, Pelita Air: Memudahkan Masyarakat
- Tembus 100 Ribu Penumpang, LRT Jabodebek Tambah 18 Perjalanan saat Peak Hour