Kemenkum HAM Bebaskan 35 Ribu Napi, Begini Reaksi Polisi

jpnn.com, JAKARTA - Kemenkum HAM mengambil kebijakan dengan membebaskan 35.676 narapidana (napi) dan anak melalui program asimilasi dan integrasi berkenaan dengan pandemi virus Corona atau Covid-19.
Menyikapi pembebasan tersebut, Polda Metro Jaya langsung berkoordinasi dengan Kemenkum HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Tujuannya untuk mendata narapidana dan anak yang bebas tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pendataan dilakukan untuk memudahkan kepolisian melakukan pemantauan terhadap narapidana tersebut.
“Kami koordinasi untuk data para narapidana yang sudah dibebaskan ini supaya bisa dipantau bersama-sama, dari intelijen dan tim di lapangan,” kata Yusri ketika dikonfirmasi, Sabtu (11/4).
Apalagi, kata Yusri, pembebasan yang dilakukan terhadap 35 ribu narapidana dan anak bukan pembebasan murni, melainkan pembebasan terkait pandemi Covid-19.
Mantan Kapolres Tanjungpinang ini pun memastikan, setiap pergerakan para narapidana dan anak akan terus dipantau oleh pihak kepolisian meski sudah bebas.
“Tentu kami pantau semua, data mereka sudah kami kumpulkan, kemudian nanti ada tim juga yang memantau pergerakan mereka, sehingga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Yusri. (cuy/jpnn)
Polisi akan memantau napi yang bebas setelah mendapat program asimilasi dan integrasi berkenaan dengan pandemi Corona.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
- 774 Napi Lapas Semarang Terima Remisi Idulfitri, Dua Orang akan Hirup Udara Bebas
- Perusahaan Travel Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan
- Masa Penahanan Nikita Mirzani Diperpanjang hingga 40 Hari
- Alasan Polisi Perpanjang Penahanan Nikita Mirzani
- Wanita di Depok Dirampok dan Diperkosa
- Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Dibongkar Polisi, Sahroni Mengapresiasi