Kemenperin Yakin Investasi Sektor IKTA Tembus Rp 115 T

Produk nasional yang mempunyai daya saing tinggi masih terbatas pada komoditas primer.
”Padahal, nilai tambah komoditas primer rendah,” imbuh Sigit.
Karena itu, Kemenperin berupaya memperbaiki rantai industri dari hulu hingga hilir, terutama kualitas produk dan manajemen pemasaran.
”Kami akan memperkuat rantai pasokan agar bisa menjamin ketersediaan bahan baku,” sebut Sigit.
Salah satu upaya yang dilakukan Kemenperin adalah hilirisasi industri berbasis mineral nonlogam di Indonesia.
Produk hilirisasi mineral nonlogam yang saat ini berkembang adalah batuan tektonik yang diolah menjadi bleaching earth, bahan kimia aktif untuk pemurnian minyak kelapa sawit.
”Bleaching earth adalah komoditas yang penting. Sebab, Indonesia adalah produsen dan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia,” ujarnya.
Kemenperin optimistis pertumbuhan industri akan lebih baik pada 2017.
Industri manufaktur Indonesia mengalami tren negatif pada tahun lalu.
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Harga Emas Antam Hari Ini 4 April, Turun!
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas
- ISACA Indonesia Lantik Kepengurusan, Harun Al Rasyid Pertegas Soal Peningkatan IT GRC
- Ini Aturan Baru Pemberitahuan Pabean di Kawasan Bebas, Simak Penjelasan Bea Cukai