Kemensos Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Bangun Rumah Warga Baduy Pasca Kebakaran

Dalam kesempatan tersebut, Mensos berbincang tentang berbagai hal dengan para tokoh Baduy. Misalnya, sejauh mana adat mengizinkan peternakan ayam, lele, dan pengembangan life skill seperti menjahit.
Namun, Kepala Desa Kanekes Jaro Saija menyatakan, hal tersebut tidak dibenarkan dalam aturan adat.
Bisa saja warga setempat menerima bantuan hewan ternak, tetapi tidak bisa dipelihara dalam sistem peternakan.
Kemensos juga akan memberikan mesin jahit untuk keterampilan warga Baduy.
"Bisa menjahit, tapi tidak di sini. Bisa di bawah, Bu (Saung Kreatif Baduy, lokasi untuk umum di bawah atau sisi luar Kampung Baduy)," kata Jaro.
Jaro juga mengungkapkan keinginan warga untuk dapat memperbaiki akses pejalan kaki dari Saung Kreatif menuju Kampung Baduy. Inilah jalan setapak yang dilalui Mensos dan rombongan. Kondisinya masih berupa tanah dan licin karena hujan.
"Kami perlu pengerasan jalan, Bu. Supaya lebih nyaman untuk dilewati," kata Jaro.
"Berapa biayanya? Berapa meter panjangnya? Saya kasih sekarang bisa ya uangnya," kata Mensos. Bersamaan dengan itu, Mensos menyerahkan uang tunai Rp 100 juta.
Kemensos meninjau pembangunan rumah warga Baduy yang mengalami kebakaran pada Oktober tahun lalu
- 18 Mobil Terbakar di Banjarbaru, Kok Bisa?
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- Pembakar Mobil di Cianjur Terekam CCTV, Ini Kata Polisi
- Damkar DKI Tangani 6.800 Kasus Lainnya di 2024, 4 Kali Lipat Melebihi Kebakaran
- Gedung Bank di Bandung Terbakar saat Terjadi Kericuhan Demo Tolak RUU TNI
- Dukung Sekolah Rakyat, Gubernur Sherly Tjoanda Siapkan Lahan 10 Hektare