Kemensos Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Bangun Rumah Warga Baduy Pasca Kebakaran
Dalam kesempatan tersebut, Mensos berbincang tentang berbagai hal dengan para tokoh Baduy. Misalnya, sejauh mana adat mengizinkan peternakan ayam, lele, dan pengembangan life skill seperti menjahit.
Namun, Kepala Desa Kanekes Jaro Saija menyatakan, hal tersebut tidak dibenarkan dalam aturan adat.
Bisa saja warga setempat menerima bantuan hewan ternak, tetapi tidak bisa dipelihara dalam sistem peternakan.
Kemensos juga akan memberikan mesin jahit untuk keterampilan warga Baduy.
"Bisa menjahit, tapi tidak di sini. Bisa di bawah, Bu (Saung Kreatif Baduy, lokasi untuk umum di bawah atau sisi luar Kampung Baduy)," kata Jaro.
Jaro juga mengungkapkan keinginan warga untuk dapat memperbaiki akses pejalan kaki dari Saung Kreatif menuju Kampung Baduy. Inilah jalan setapak yang dilalui Mensos dan rombongan. Kondisinya masih berupa tanah dan licin karena hujan.
"Kami perlu pengerasan jalan, Bu. Supaya lebih nyaman untuk dilewati," kata Jaro.
"Berapa biayanya? Berapa meter panjangnya? Saya kasih sekarang bisa ya uangnya," kata Mensos. Bersamaan dengan itu, Mensos menyerahkan uang tunai Rp 100 juta.
Kemensos meninjau pembangunan rumah warga Baduy yang mengalami kebakaran pada Oktober tahun lalu
- Kemensos dan Instansi Terkait Siap Rumuskan Protokol Penggunaan Data Tunggal Kemiskinan
- Pabrik di Kawasan Industri Terboyo Terbakar, Damkar Semarang Kerahkan Seluruh Personel
- Percepat Pengentasan Kemiskinan, Kemensos-Kemendagri Bersinergi Wujudkan Data Tunggal
- Ini Upaya Propan Raya dan LPJK dalam Perlindungan Gedung dari Kebakaran
- Mendes Yandri dan Mensos Gus Ipul Teken MoU, Siap Berkolaborasi Entaskan Kemiskinan
- Mensos Gus Ipul Pantau Kebutuhan Pengungsi Erupsi Lewotobi, Bantuan Terus Bergulir