Kementan Bangun Ketahaan Pangan Lewat Pemberdayaan Lahan Kering
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melakukan terobosan pengembangan kampung hortikultura di kawasan lahan kering melalui proyek Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).
Adapun proyek ini mencakup 10 ribu hektare di tujuh provinsi dan 13 kabupaten/kota yang berlangsung dari 2024 hingga 2028 meliputi aspek hulu ke hilir.
Project Manager HDDAP sekaligus Direktur Perlindungan Hortikultura, Jekvy Hendra mengatakan Buleleng mendapat kesempatan sebagai salah satu penerima kegiatan HDDAP.
Komoditas hortikultura yang akan dikembangkan meliputi bawang merah, sayuran daun, durian, dan manggis.
"Sebaran lokasi HDDAP mencakup enam kecamatan terdiri dari Kecamatan Banjar, Kecamatan Gerogak, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Seririt, Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Sukasada,” ujar Jekvy Hendra.
Jekvy memerinci, Kecamatan Banjar akan mengembangkan komoditas bawang merah, durian, dan sayuran daun.
Kecamatan Gerogak khusus untuk bawang merah, Kecamatan Kubutambahan akan mengembangkan bawang merah, durian, sayuran daun.
Sementara itu, Kecamatan Seririt mengembangkan bawang merah dan durian. Untuk Kecamatan Busungbiu mengembangkan manggis dan terakhir Kecamatan Sukasada akan mengembankan sayuran daun.
Dalam mempersiapkan kegiatan HDDAP, lanjut Jekvy, Direktorat Jenderal Hortikultura menugaskan tim untuk melakukan sosialisasi, konsolidasi, verifikasi CPCL.
Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan terobosan pengembangan kampung hortikultura di kawasan lahan kering.
- Pelaku Usaha Harapkan Prabowo Bentuk Badan Otoritas Sawit
- Jadi Mitra Strategis Kementan, Kementrans Siap Bantu Penyediaan Tenaga Kerja
- DWP Kementan Memperkuat Peran Strategisnya Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045
- Baharkam Polri Siapkan Pilot Project Peningkatan Komoditas Jagung di Cianjur
- Mendes Yandri Sebut Alokasi Dana Desa untuk Ketahanan Pangan Tak Boleh Kurang 20 Persen
- Pupuk Indonesia dan TNI AD Kolaborasi Optimalkan Lahan Tidur Lewat Program Agro Forestry