Kementan Cetak 2000 Petani di 2021, Sebanyak 1000 Orang Dikirim ke Jepang

Menurut Dedi, di luar negeri seperti di Taiwan, Jepang, Korea, petani sudah bisa menghitung.
Dia mencontohkan, kalau menanam hortikultura di areal seluas satu hektare, maka akan mendapatkan uang dengan jumlaj tertentu.
"Karena dia sudah ada jaringan pemasarannya. Artinya, harus menguasai pasar," tegas Dedi.
Lebih lanjut Dedi menjelaskan Kostratani merupakan sarana untuk mencetak petani andal dan profesional di bidangnya.
Inovasi berbasis teknologi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari Kostratani.
"Kostratani ini sarana mengubah pola pertanian kita dari tradisional menjadi mandiri, profesional dan modern serta siap bersaing di era industri 4.0 yang mengandalkan teknologi," kata Dedi.
Menurutnya, yang terpenting di tengah pandemi Covid-19 saat ini adalah menjaga semangat untuk tetap fokus pada sektor pertanian.
"Semuanya semangat dan optimistis. Semangat ada di tangan, 80 persen keberhasilan ada di genggaman. Dengan semangat, jaminan ketersediaan pangan ada di gengaman kita," ucapnya. (*/jpnn)
Kementerian Pertanian (Kementan) sangat serius menggenjot pertumbuhan petani milenial.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan