Kementan Dorong Pelaku Usaha Perkebunan Perkuat Branding Produk, Ini Tujuannya

“Kami juga melakukan pelatihan kepada para pekebun disekitar kebun sendiri,” sebutnya.
Arsil mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil kakao, dan Sumatera Barat merupakan salah satu daerah potensial untuk dilakukan budidaya kakao karena kakao di daerah tersebut dikenal mempunyai cita rasa khas tersendiri.
"Kami memperoleh bahan baku kakao dari kebun sendiri dan penyerapan dari kelompok tani mitra," kata Arsil.
Dia menyebutkan produk turunan yang dhasilkan ada cocoa mass (Massa Kakao), cocoa nibs, cocoa butter, cocoa powder, cocoa liquor, hingga aneka varian chocolate.
"Produk kami sudah terjual melalui online store, reseller, toko-toko organik, ranch market, freshmarket, dan foodhall,” jelasnya.
Dia menilai prospek kakao ke depannya sangat menjanjikan.
Arsil yakin kakao Indonesia bisa menjadi lebih besar paling tidak bisa setara kopi seperti sekarang.
"Kopi Indonesia sudah mendunia dan terkenal dimana-mana sehingga pada akhir nya seluruh pemangku kepentingan dari kakao, mulai dari pekebun sampai produsen bisa mendapatkan manfaat yang bagus dari kakao,” ujarnya.
Pelaku usaha perkebunan disarankan memperkuat branding produk agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan
- DPR Tuntut Ketegasan Pemerintah soal Kebun Milik Perusahaan di Kawasan Hutan