Kementan Galakkan Pestisida Hayati Ramah Lingkungan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakkan pertanian organik pada semua komoditi pangan, di antaranya menggunakan pestisida hayati yang ramah lingkungan. Saat ini, kesadaran masyarakat akan bahaya residu pestisida pada makanan segar ataupun olahan semakin meningkat.
“Ini tantangan bagi kami karena sebagaimana diketahui peredaran pestisida kimia saat ini semakin meningkat, selain itu minat perusahaan mendaftarkan merk dagang pestisida kimia di Kementerian Pertanian pun selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," ungkap Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan Edy Purnawan di Jakarta, Kamis (5/9)
Edy menjelaskan pengendalian yang ramah lingkungan sebenarnya telah diterapkan di kalangan masyarakat petani walaupun pestisida kimia kian marak diperdagangkan. Kuncinya, kesadaran kesehatan dan lingkunganlah yang membuat beberapa petani tetap mempertahankan tradisi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami untuk mengendalikan OPT yang menyerang lahan mereka
Ada beberapa petani yang telaten dan tidak segan bertanya ke Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit terdekat dan petugas Pengendali OPT tentang langkah pengendalian yang harus mereka lakukan terhadap serangan OPT yang mereka hadapi. Sebagaimana yang dilakukan sebagian besar petani kedelai di Provinsi D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah.
"Contohnya di Bantul Yogyakarta, Kelompok Tani (Poktan, red) Ngudi Raharjo melakukan pengendalian ulat grayak pada tanaman kedelai seluas 25 ha dengan aplikasi agensia hayati diantaranya Nomuraea rileyi, Beauveria bassiana, dan Pseudomonas flourescent," cetus Edy.
Perlu diketahui, hal ini pun juga dilakukan di Sragen –Jawa Tengah dimana Poktan Ngudi Rahayu melakukan penyemprotan Trichoderma dan PGPR sebagai langkah pengendalian preemtif di lahan kedelai mereka. Ada lagi contohnya, Poktan Sido Makmur, di Blora Jawa Tengah juga berhasil menggunakan pestisida nabati untuk mengendalikan hama.
"Kementan akan terus mendorong pengembangan langkah dan upaya pengendalian secara ramah lingkungan dan kedepannya kami harap upaya pengendalian ini dapat diterapkan oleh petani-petani di wilayah yang lain," terang Edy.
Ketua Poktan, Sudartito, mengaku merasa terbantu oleh Kementerian Pertanian karena telah mengenalkan cara mengatasi serangan ulat ini. Penyemprotan pestisida biologi yang dikenalkan sangat berguna kedepannya.
Sudartito, mengaku merasa terbantu oleh Kementerian Pertanian karena telah mengenalkan cara mengatasi serangan ulat ini. Penyemprotan pestisida biologi yang dikenalkan sangat berguna kedepannya.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan