Kementan Kenalkan Tanam Kedelai dan Jagung dengan Sistem Methuk

Kementan saat ini telah meminta kepala daerah untuk membentuk Satgas Percepatan Pengembangan dan Penyedian Kedelai Lokal Tingkat Provinsi dan Kabupaten untuk mengawal pertanaman hingga akses KUR bagi petani.
"Hari ini kebijakan pengembangan kedelai sudah menggunakan model baru, kami ke lapangan membawa offtaker yang langsung membeli hasil panen petani," kata Yuris.
Dia mencontohkan seperti dua hari yang lalu, PT Doa Bangsa Agribisnis selaku offtaker sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan petani di Kabupaten Sukabumi dan Kuningan.
Namun demikian Yuris juga mengingatkan kepada petani untuk menjaga mutu hasil panen kedelai sebagai bentuk komitmen kerja sama yang saling menguntungkan antara petani dan offtaker.
Kedelai tersebut harus benar-benar bersih, tidak tercampur tanah atau material lain.
Keberhasilan budidaya kedelai tentunya tidak lepas dari ketersediaan benih.
Kementan telah menyiapkan benih kedelai unggul, yakni Biosoy 1 dan 2 dari BB Biogen.
Selain itu ada juga benih kedelai yang tahan naungan, yakni Dena 1 dan 2.
Kementan mengenalkan tanam jagung dan jagung dengan sistem Methuk sebagai terobosan untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan target 1 juta ton kedelai
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Meraup Untung dari Kemacetan Arus Mudik, Pedagang Kopi Keliling Berseliweran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- 3 Manfaat Jagung untuk Kulit yang Bikin Kaget
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan