Kementan Mampu Menyediakan Beras Nasional, Pakar Pangan Bilang Begini

"Kalau kami lihat dari 2022 dibanding 2021 itu hanya 0,2 juta ton atau hanya 200 ribu ton beras saja. Sedangkan peningkatan produksinya itu mencapai 600 ribu ton beras, artinya dari 1 tahun belakangan saja kamj sudah surplus," katanya.
Makky mengatakan dengan membaca berbagai data tersebut maka Februari mendatang kemungkinan besar akan terjadi panen raya dengan produksi bulan tersebut bisa surplus berbanding konsumsinya sebesar 1,81 juta ton.
Sebab, kata dia proyeksi panen raya pada Februari 2023 4,3 juta ton dan konsumsinya hanya 2,5 juta ton.
"Ini kami lihat juga bahwa tren peningkatan konsumsi itu setiap bulannya tidak jauh berbeda walaupun dia di Desember akhir tahun banyak perayaan ataupun misalnya kami lihat di Mei 2022 itu ada hari raya itu tetap rata-rata konsumsi sebesar 2,5 juta ton," ungkapnya.
"Jadi, di sini memang data yang di paparkan Bapanas pun menunjukan bahwa kalau kita lihat secara year on year Indonesia itu selalu surplus beras," sambungnya.
Sementara mengenai adanya kenaikan harga beras, menurut Makky, hal itu terjadi lantaran hraga beras di pasar Internasional mengalami ini akan.
Artinya kalau harga beras di pasar internasional turun, tentu harga beras di dalam negeri juga ikut turun.
"Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya berdasarkan data United Stated Departement of Agriculture (USDA) itu dari tahun 2020 harga beras di pasar internasional trennya selalu naik," pungkas Makky. (jpnn)
Pakar pangan Universitas Abdalas, Muhammad Makky mengapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) karena bisa memenuhi ketersediaan beras dalam negeri.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
- Bulog Terus Pantau Penyerapan Gabah & Beras Meski Libur Lebaran
- Satgas Pangan Bergerak Endus Kecurangan Beras Premium
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan