Kementan Targetkan Rp 70 Triliun untuk Program KUR Tahun 2021

Mentan Syahrul menjelaskan tujuan KUR di antaranya untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif.
Kemudian, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil dan menengah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Hal ini ditegaskan kembali Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi saat Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 06, Selasa (23/3).
Menurut Harvick, pemerintah terus mendorong petani dan perusahaan untuk memanfaatkan fasilitasi KUR agar bisa memperbesar skala usahanya.
Selain itu, KUR dapat digunakan untuk merevitalisasi alat dan mesin pertanian yang berguna dalam peningkatan efisiensi biaya produksi.
“Di tren terakhir tahun 2019-2020, KUR meningkat sangat tajam, bahkan Presiden (Joko Widodo) telah menargetkan Rp 50 triliun di tahun 2020. Ternyata realisasi sampai 55,94 triliun melebihi target 111,88 persen,” ungkap Harvick.
Strategi transformasi penyerapan KUR tahun 2021 di antaranya melalui media coverage.
Yakni, publikasi terkait sosialisasi bagaimana tata cara pengajuan dan manfaat dari KUR.
Pada 2020, target alokasi KUR sebesar Rp 50 triliun, sedangkan 2021 meningkat menjadi Rp 70 triliun.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Santri Turun ke Desa, Kembangkan Pertanian dan Peternakan
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Bayer Hadirkan Inovasi Berbasis Sains Untuk Kesehatan & Pertanian Indonesia
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo