Kementan Tegaskan Proses Sertifikasi Benih Tanaman Tidak Dipungut Biaya

Pembimbing petani milenial Masnah menambahkan pihaknya masih memerlukan dukungan berupa sarana pelatihan, beasiswa, dan bantuan peralatan untuk meningkatkan minat kalangan muda di sektor pertanian.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat yang juga hadir pada kesempatan itu berharap sejumlah persoalan tersebut harus segera diatasi agar potensi yang ada bisa segera mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
Dia juga berharap proses sertifikasi benih produksi petani milenial dapat didampingi hingga tuntas agar bisa menjadi percontohan proses sertifikasi bagi kelompok tani lainnya.
Lestari mengatakan para pemangku kepentingan harus responsif dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang memiliki potensi pengembangan usaha di sejumlah sektor di daerah.
"Berbagai langkah pemberdayaan masyarakat lewat pengembangan sektor pertanian sangat menjanjikan, karena itu perlu langkah yang strategis untuk mengatasi berbagai hambatan yang terjadi," katanya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif yang juga hadir pada kegiatan tersebut mengungkapkan sejumlah potensi pertanian yang ada di Luwu Utara, seperti kakao, porang dan tanaman sayuran masih bisa terus ditingkatkan.(mrk/jpnn)
Semakin banyak penangkar benih bersertifikat mempercepat pengembangan tanaman hortikultura di Indonesia.
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan