Kementerian PUPR Bangun 11 Rusun di Sulsel
jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah membangun 11 rumah susun (Rusun) di Provinsi Sulawesi Selatan.
Pembangunan Rusun ini diharapkan bisa digunakan sebagai tempat tinggal yang layak serta mengurangi pemanfaatan lahan untuk rumah tapak.
"Pembangunan Rusun tersebut diperuntukkan bagi berbagai kalangan mulai pekerja, mahasiswa, anggota TNI/Polri serta para pegawai negeri sipil (PNS)," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin di Jakarta, Jumat (22/7).
Adapun rincian lokasinya tersebar di Kota Makassar sebanyak enam tower, Kabupaten Pangkajene, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Takalar, Kabupaten Bone, Kabupaten Bulukumba masing-masing satu tower.
Untuk target para pekerja, pihaknya membangun Rusun untuk para PNS di lingkungan Pemprov Sulsel dan Pemkab Pangkajene serta pekerja di Kabupaten Bantaeng.
Sedangkan untuk anggota TNI setidaknya ada di tiga lokasi yakni Makassar Lantamal dan Mabes TNI di Makassar, serta Korem 141 di Kabupaten Bone.
Untuk Rusun mahasiswa telah dibangun di Universitas Hasanuddin Makassar dan STKIP Bulukumba di Kabupaten Bulukumba. Sementara Rusun untuk anggota Polri dibangun di Polres Takalar.
"Agar para penghuni bisa lebih nyaman tinggal di Rusun tersebut, kami telah melengkapi beberapa Rusun dengan meubel seperti meja,kursi, lemari pakaian dan tempat tidur," pungkasnya. (esy/jpnn)
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah membangun 11 rumah susun
- Polisi Umumkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Tol Cipularang, Sebuah Fakta Terungkap
- Menang Praperadilan, Polda Riau Kejar TPPU Tersangka Korupsi KUR Bank Pelat Merah Ini
- Kapolres Inhu & Tim Pamatwil Polda Riau Cek Kesiapan TPS Khusus
- TNI-Polri Bersinergi Jaga Situasi Kondusif & Mewujudkan Pilkada Damai di Sumsel
- Propam Razia Ponsel Anggota, Siapa yang Punya Aplikasi Judi Online?
- Polda Jawa Barat Gagalkan Peredaran 1 Juta Butir Obat Keras Ilegal