Kemnaker Dorong BLK Komunitas Cetak SDM Siap Kerja di Dalam dan Luar Negeri

jpnn.com, MANGGARAI BARAT - Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari mengatakan Balai Latihan Kerja Komunitas harus mampu mencetak tenaga kerja yang siap masuk ke pasar dalam maupun luar negeri.
Oleh karena itu, kata Dita, dalam pelaksanaannya BLK Komunitas harus melibatkan industri lokal, asosiasi industri, dan perusahaan penempatan tenaga kerja luar negeri sejak proses perencanaan pembangunan BLK, pelatihan, hingga pascapelatihan.
Dita mencontohkan BLK Komunitas yang menggelar pelatihan sektor pariwisata.
Menurut dia, dalam mengembangkan SDM sektor pariwisata ini BLK Komunitas harus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan asosiasi industri seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Hal ini supaya lulusan BLK Komunitas benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh industri pariwisata setempat.
“Kita harus bersinergi antara pegiat pariwisata dan para praktisi pariwisata, asosiasi pariwisata dalam hal ini PHRI serta dengan pemerintah daerah,” kata Dita dalam Sosialisasi BLK Komunitas Bidang Wisata dan P3MI Wilayah Labuan Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4).
Selain asosiasi industri setempat, kata Dita, pengembangan BLK Komunitas bidang pariwisata ini juga dapat menjalin kerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Sehingga, pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal, namun juga luar negeri.
Dita Indah Sari mengatakan dalam pengembangan SDM sektor pariwisata, BLK Komunitas harus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan asosiasi industri seperti PHRI.
- Serikat Karyawan Garuda Indonesia Desak Transparansi Manajemen
- Wakili Indonesia, William Yani Angkat Isu Keadilan Tenaga Kerja di Forum Regional
- Pengurus Danantara Diresmikan, Pasar Merespons Begini
- Kemnaker dan Kemendikdasmen Teken MoU Sinkronisasi Pendidikan dan Ketenagakerjaan
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya