Kena Dampak Kebijakan PPDB , Sekolah Ini Hanya Dapat Dua Siswa Baru
jpnn.com, SURABAYA - Hari pertama masuk sekolah umumnya riuh oleh celotehan siswa baru dan orang tua yang mengantar mereka. Tapi, itu tidak terlihat di SMP Garuda. Sepi. Namun, semangat para guru tetap membara.
NURUL KOMARIYAH
---
TIDAK ada rombongan siswa yang mengantre masuk kelas. Banyak bangku kelas yang kosong. Pada hari pertama masuk sekolah, hanya ada dua murid yang resmi terdaftar sebagai siswa SMP Garuda.
Keduanya adalah siswa laki-laki yang berasal dari jalur mitra warga. Pihak sekolah memulai Senin pada minggu ketiga Juli ini dengan memberikan pengarahan sekaligus semangat demi membesarkan hati mereka.
"Saya putarkan video orang-orang sukses yang bukan berasal dari sekolah mahal atau orang kaya. Kami ingin bangun semangat mereka supaya enggak kecil hati karena temannya di kelas cuma satu," ujar Warsito, Waka Humas SMP Garuda.
BACA JUGA : Kritik Pedas Pak Gubernur terhadap PPDB Sistem Zonasi
Hanya ada dua murid yang resmi terdaftar sebagai siswa sekolah ini saat proses PPDB lalu.
- Simak Pendapat 3 Cawagub Jakarta soal Sistem Zonasi PPDB
- Aktivis Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Pungli PPDB SMA 2024
- DPR Apresiasi Kinerja PPDB dan Merdeka Belajar di Jateng
- PPDB Kota Bogor Kondusif, Kinerja Disdik Diapresiasi
- Dampak Zonasi PPDB: Sekolah Swasta Terkikis dan Terpinggirkan
- Pj Gubernur Jabar Mengaku Dicibir Kerabatnya Gegara Tolak Titipan Saudara saat PPDB