Kenal di FB, Sebulan Pacaran Enam Kali Begituan

jpnn.com - jpnn.com - Gadis remaja berinisial FDI (15), warga Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, "dinodai" pacarnya sendiri GS (22).
FDI mengaku kenal GS melalui Facebook (FB) pada akhir tahun 2016 lalu.
Kasatreskrim Polres Konawe, AKP Idham Syukri yang ditemui Selasa (7/2) menjelaskan, sesuai laporan yang diterimanya, pelaku bahkan sudah enam kali melakukan aksi bejatnya terhadap FDI.
"Pertama kali dilakukan Desember 2016 lalu. Saat itu korban dijemput dari rumah temannya oleh terlapor dan dibawa ke Bendungan Permata Ameroro, Unaaha. Di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut, ia disetubuhi oleh terlapor. Berdasarkan kesaksian korban, ia sudah tiga kali diajak ke sana dan lima kali disetubuhi. Yang terakhir, korban dicabuli di rumah terlapor di Wonggeduku, 2 Februari lalu," urai Idham Syukri, kemarin.
Awal terungkapnya kejadian tersebut saat orang tua FDI curiga dan cemas karena anak gadisnya tak pulang ke rumah saat itu.
Setelah ditanya pihak keluarga, FDI pun mengaku bermalam di rumah temannya dan telah disetubuhi terlapor. Setelah itu orang tua melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.
"Saat ini telah dilakukan pemeriksaan saksi yang berhubungan dengan korban, keluarga dan teman-temannya. Kami juga menyita barang bukti, berupa baju, handphone dan sarung," ungkapnya.
Modus GS diketahui mencabuli korban setelah berkenalan melalui FB, kemudian mengajak ketemuan dan memacari korban hingga mengajak berhubungan int*m.
Gadis remaja berinisial FDI (15), warga Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, "dinodai" pacarnya sendiri GS (22).
- 16 Anak di Pinrang Korban Pencabulan, Pelakunya Tak Disangka
- Kasus AKBP Fajar Cabuli Bocah, Mahasiswi Bernama Stefani Jadi Tersangka
- Belum Mau Ungkap Soal Kekasih, King Nassar: Pas Sudah Mulai Waktunya, Pasti Dipublish
- Pria di Jepara Cabuli Wanita Difabel, Aksinya Terekam CCTV, Begini Modusnya
- Ruben Onsu Blak-blakan soal Hubungan dengan Desy Ratnasari, Oh Ternyata
- Puan Harapkan Korban Pencabulan Eks Kapolres Ngada Bisa Direhabilitasi