Kenangan Tak Terlupakan di Bali Bikin Warga Australia Ini Menamai Anaknya Wayan

Setibanya di tujuan, Heather mengaku ternyata bensin tetap sulit didapatkan.
"Karena tidak ada mobil dan sepeda motor di pulau itu!"
Belum lagi Heather merasa Bill, si pelaut Amerika Serikat itu, tak seramah seperti yang ia kira sebelumnya.
"Yang paling sulit adalah ketika harus berurusan dengan Bill, karena menurut saya dia orang yang sulit.... Saya tidak takut padanya, tapi saya sangat waspada padanya."
Sadar betapa bahayanya perjalanan mereka
Heather dan Martin melewati banyak rintangan dalam perjalanannya: kondisi laut, ukuran perahu, dan mereka tak begitu kenal Bill.
"Kami sering berada di jalur [pelayaran] kapal pengirim barang."
"Saya ingat, setidaknya dua malam, kapal kargo yang sangat besar melesat melewati kami tanpa suara. Jika kita berada di depannya, kita bisa hancur."
Tapi Heather mengatakan yang paling berbahaya adalah bagian akhir perjalanannya, yakni dari Lombok ke Bali.
Heather sempat tinggal di Bali selama beberapa pekan, ia juga mulai belajar Bahasa Indonesia lewat berinteraksi dengan warga.
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana