Kenangan Tak Terlupakan di Bali Bikin Warga Australia Ini Menamai Anaknya Wayan

Belum lagi Heather, Martin dan Bill sudah kelelahan dan kurang makan setelah berminggu-minggu lamanya mengarungi laut.
Sebenarnya jarak antara Lombok dan Bali tidak jauh, tapi Selat Lombok sangat dalam dan arusnya kuat sekali, kenang Heather.
Beberapa jam setelah berangkat dari Lombok, pada tengah malam, Heather melihat lampu kota Denpasar di kejauhan.
Akan tetapi, angin kencang malah mengarahkan kapal keluar jalurnya, membuat mereka menjadi tersesat.
Daratan menjadi tidak terlihat sama sekali, belum lagi badai yang menghantam perahu.
"Saya tidak merasa takut kecuali mungkin pada malam terakhir itu, ketika kami mengalami badai besar itu, angin mengarahkan kapal kami jauh dari darat."
"Itu cukup menegangkan," kata Heather.
Baru sekarang, bertahun-tahun kemudian, Heather mengaku jika ia sadar betapa berbahayanya perjalanan itu.
Heather sempat tinggal di Bali selama beberapa pekan, ia juga mulai belajar Bahasa Indonesia lewat berinteraksi dengan warga.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun