Kenapa Sebagian Warga Asal Tiongkok Memilih Tinggal di Daerah Pedesaan Australia?
Selasa, 20 Oktober 2020 – 03:49 WIB

Daniel Kong menikmati kehidupan yang sangat berbeda di Christmas Island dibandingkan kota kelahirannya Sydney. (Supplied)
"Jujur saja, kadang saya pikir Ballarat terlalu ramai. Saya ingin pindah ke kota yang lebih sepi untuk menghabiskan seluruh usia pensiun saya."
Putri Chen Wenny Wang (23 tahun) baru-baru ini pindah kembali ke Ballarat setelah terjadinya pandemi di bulan Maret.
Wenny sebelumnya sudah kerja di Melbourne dimana dia belajar fesyen dan model di universitas di tahun 2017.
"Senang sekali bisa bersama dengan keluarga lagi, setelah beberapa tahun hidup terpisah dari mereka," katanya.
Dan yang mengejutkan, setelah dua bulan kembali ke Ballarat, dia mendapat pekerjaan di bidang pemasaran lewat media sosial.
"Jujur sekarang saya tidak lagi memikirkan untuk pindah lagi, paling tidak selama beberapa tahun ke depan, saya akan tetap di rumah," katanya.
Wenjing: Dari Lembah Silikon China ke Kimberley

Mayoritas warga Australia tinggal di kota besar seperti Sydney dan Melbourne, dan migran baru pun lebih memilih tinggal di kota besar namun beberapa warga asal Tiongkok lebih suka tinggal di kawasan yang lebih sepi di regional dan pedesaan
BERITA TERKAIT
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Renovasi Rumah
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Kaya Susah