Kendaraan Jarang Digunakan, Hati-Hati Potensi Kondensasi di Mesin
jpnn.com, JAKARTA - Pemberlakuan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), membuat masyarakat lebih banyak waktu di rumah, sehingga kendaraan pun jadi jarang dipakai.
Kendati demikian, kendaraan ternyata tetap harus diperhatikan dan mendapatkan perawatan meskipun jarang digunakan.
Bagian yang harus diperhatikan seperti tegangan aki, kondisi tekanan angin ban, dan kondisi pelumas.
Terkait poin terakhir, ternyata meski kendaraan tidak dioperasikan normal atau cenderung statis, kondisi pelumas juga bisa mengalami penurunan kualitas.
"Jika merujuk ke buku manual kendaraan, pasti tertulis periode penggantian oli dalam jarak tempuh kilometer atau satuan waktu, dan tertulis mana yang tercapai lebih dahulu," jelas Manager Technical Support TRKM Group distributor pelumas Deltalube, Yese Simanjuntak dalam keterangan resmi, di Jakarta.
Dengan melihat batasan jarak atau waktu, itu jadi patokan awal, kenapa oli tetap harus diganti meskipun kendaraan tidak dipakai.
Hal tersebut, merujuk pada potensi terjadinya kondensasi di mesin, yang bisa menurunkan kualitas pelumas.
"Kondensasi adalah munculnya uap air akibat perbedaan suhu udara siang dan malam. Jika uap air itu ikut larut dalam pelumas, nilai kekentalan atau viskositas akan turun," terang Yese.
Kendaraan ternyata tetap harus diperhatikan dan mendapatkan perawatan meskipun jarang digunakan, terutama soal pelumas di mesin.
- Suzuki Kembangkan Wagon R Hybrid, Harga di Bawah Rp 150 Juta
- Honda ADV 350 MY2025 Dapat Ubahan Signifikan, Intip Fitur Barunya
- PT Yusen Mengaku Dapat Banyak Untung Setelah Mengoperasikan Mitsubishi Fuso eCanter
- Diler TVS Kudus Resmi Beroperasi, Ada Promo Khusus
- Konsumen Siap Geber Mobil Listrik Volkswagen ID. Buzz di Jalan
- GAC Aion UT Diperkenalkan, BYD Dolphin Siap-Siap