Kepala BNPT: Tujuh PTN Terpapar Radikalisme

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Suhardi Alius mengatakan sudah berkomunikasi dengan Menteri Riset, Teknolgi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir.
Kepada Menteri Nasir, Suhardi menyampaikan hasil pemetaan terhadap sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) yang terpapar radikalisme.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian itu mengaku, dia bersama Nasir sudah melakukan pemetaan dan langkah-langkah untuk mengatasi persoalan tersebut ke depannya.
“Menristekdikti langsung saya telepon ‘pak mari kita petakan sama-sama, ada langkah-langkah’,” kata Suhardi kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi III DPR di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (30/5).
Suhardi menambahkan, di PTN ada 10 organ seperti rektor, wakil rektor, dekan, alumni kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, yang harus dilibatkan secara aktif dan bersama-sama untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Yang penting bisa mencoba menyebarkan kedamaianlah,” tegasnya.
“Jadi, saya sudah kerja sama, dan saya sudah telepon langsung dengan Pak Menristekdikti,” kata jenderal bintang tiga itu.
Dalam raker tersebut, Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan mempertanyakan klaim BNPT bahwa ada tujuh PTN yang terpapar radikalisme.
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius menyampaikan kepada Menristekdikti tentang hasil pemetaan terhadap sejumlah perguruan tinggi negeri yang terpapar radikalisme.
- Sejumlah Guru Besar PTN-PTS Dukung Langkah Gus Jazil Dirikan Universitas Sunan Gresik
- Akademisi: Sebagian WNI di Suriah Layak Mendapat Kesempatan Kedua
- Rapat Kerja dengan BNPT, Sugiat Apresiasi Zero Aksi Teror di 2024
- Puluhan Aktivis BEM Fakultas Pertanian Kumpul di Kementan, Bicara Swasembada Pangan
- UNSRI dan Ganesha Operation Berbagi Trik Lulus Seleksi Masuk PTN
- Presidium HIMPUNI 2025-2028: Kolaborasi Alumni PTN untuk Indonesia Emas 2045