Kepanikan Muncul Setelah Melbourne Berlakukan Lockdown untuk Keempat Kalinya

Dia bekerja terakhir kalinya di sebuah café di South Yarra, kemarin (27/05), sebelum café itu menutup seluruh layanan makan di tempat karena lockdown.
Pelajar penuh waktu berusia 22 tahun ini mengaku tidak punya uang tabungan di bank dan tidak memiliki kartu kredit.
"Sebenarnya saya sedikit khawatir," ujarnya.
"Ketidakpastian ini [adalah yang mengkhawatirkan]. Saya tidak tahu kapan giliran kerja berikutnya. Saya tidak tahu dari mana asal pendapatan saya berikutnya. Saya tidak tahu bagaimana saya akan membayar sewa rumah saya."
Berapa biaya lockdown selama tujuh hari?
Perkiraan awal dari kelompok lobi Small Business Australia menyebutkan harga yang harus dibayar selama lockdown tujuh hari di Victoria bernilai AU$1 miliar, atau dalam arti lain nilai dari aktivitas ekonomi yang hilang.
Sementara Grattan Institute memperkirakannya lebih rendah, yakni AU$900 juta.
Danielle Wood, CEO Grattan Institute mengatakan meski tidak diketahui nilainya secara pastio, tapi biaya untuk membiarkan virus merajalela akan jauh lebih mahal dalam jangka panjang.
"Begitu virus menyebar di masyarakat, pasti akan ada pukulan ekonomi," katanya.
Untuk keempat kalinya Melbourne memberlakukan lockdown demi mencegah penyebaran COVID-19
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi