Kepiluan Keluarga Anggota Hamas yang Dibunuh di Malaysia

Semasa hidup, Fadi pernah menyatakan bahwa Enas sudah begitu sabar menunggunya lulus S-2. Karena itu, dia juga ingin melihat istrinya melanjutkan kuliah. Enas ingin menggenggam keinginan suaminya tersebut meski dia sudah tiada.
Kemarin, Rabu (25/4) keluarga mengambil jenazah Fadi dari kamar jenazah Selayang Hospital. Ratusan orang menyalatkan Fadi di Medan Idaman Surau sebelum jenazah itu diterbangkan ke Mesir. Penerbangan dari Malaysia ke Mesir akan ditempuh selama 12 jam.
’’Setelah tiba di Mesir, jenazah bakal dibawa langsung ke Gaza,’’ jelas Duta Besar Palestina untuk Malaysia Dr Anwar Al Agha.
Mereka akan melewati perbatasan Rafah dan menempuh perjalanan darat selama 5 jam.
Israel sempat menghubungi Mesir agar jenazah Fadi tidak diizinkan masuk ke Gaza, tetapi tidak berhasil. Israel memiliki kebijakan agar jenazah anggota Hamas tidak bisa dimakamkan di Gaza.
Kepolisian Malaysia juga telah mengembangkan penyelidikan terkait dengan kasus tersebut. Foto wajah pelaku telah disebar. Sepeda motor yang dipakai untuk eksekusi Fadi juga telah ditemukan dibuang di Danau Kota, Setapak. Jaraknya mencapai 2 kilometer dari lokasi pembunuhan. (sha/c14/dos)
Kesedihan masih menggelayut di wajah Enas Al Batsh. Untuk pertama kali sejak suaminya yang anggota Hamas dibunuh di Malaysia, dia bicara ke media
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sukseskan Perdamaian, Malaysia Siap Tampung Warga Palestina
- Dunia Hari Ini: Netanyahu Berjanji Negaranya Tak Akan Diam Hingga Hamas Hancur
- President University dan INTI International University Malaysia Berkolaborasi di Bidang Teknik Sipil
- Donald Trump Berkuasa, Amerika & Hamas Berdialog Langsung Tanpa Perantara
- Lagi-Lagi, Mantan PM Malaysia Tersandung Kasus Korupsi
- Waka MPR Hidayat Nur Wahid Kecam Israel yang Larang Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza