Hasil Survei Trust Indonesia
Kepuasan Publik Atas Kinerja Pemerintah Menurun, Begini Respons Pendukung Anies

Dalam hasil survei, sebanyak 48,8 responden menilai kondisi ekonomi sedang buruk. Hanya 37,0 persen responden yang menilai ekonomi masih dalam keadaan baik.
“Dua faktor yang menyebabkan tren kepuasan publik atas kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf menurun. Pertama, karena responden menganggap kondisi penegakan hukum buruk. Kedua, karena responden beranggapan kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja,” ujar Azhari.
Tak ayal, tren kepercayaan terhadap lembaga Kepresidenan pun berkurang.
Dari perolehan statistik sekitar 86.3 persen pada tahun lalu, responden saat ini hanya memberi kepercayaan sebanyak 84,0 persen. Angka tersebut lebih rendah dari tren kepercayaan responden kepada TNI yang berada pada kisaran level 85,1 persen.
Pemilih Anies Tidak Puas
Temuan survei nasional Trust juga menunjukkan bahwa ketidakpuasan pemilih calon Presiden (Capres) Anies Baswedan terhadap kinerja Presiden Jokowi, sangat tinggi.
Secara statistik, jumlahnya sekitar 40,2 persen, tertinggi dibandingkan dengan ketidakpuasan yang dimiliki pemilih capres lainnya.
Sebaliknya, pemilih Capres Andika Perkasa menjadi pemilih yang memberikan penilaian kepuasan tertinggi kepada Presiden Jokowi, dengan angka 90,0 persen. Disusul pendukung Capres Ganjar Pranowo dan Puan Maharani yang masing-masing berada pada kisaran 86,4 persen dan 84,6 persen.
Hasil survei Trust menunjukkan kepuasan publik berada pada level 62,5 persen, bergerak turun dari tingkat kepuasan tahun lalu berada di level 65,7 persen.
- Pemerintah Siapkan Retret Gelombang Kedua untuk Kepala Daerah
- Fenomena Pendatang Saat Mudik, Wagub Jabar: Jangan Membebani Pemerintah!
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar