Hasil Survei Trust Indonesia
Kepuasan Publik Atas Kinerja Pemerintah Menurun, Begini Respons Pendukung Anies

Sementara itu, jika dilihat dari sebaran pemilih Capres di 38 provinsi, Anies Baswedan berhasil unggul di 16 provinsi. Anies unggul di sebagian besar provinsi di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi.
Sebaliknya, capres Ganjar Pranowo berhasil unggul di 11 provinsi. Ganjar unggul di sebagian besar provinsi pulau Jawa dan pulau Papua.
Dalam konteks pemilih berbasis partai politik, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo menjadi kandidat Capres yang paling banyak diusung pemilih. Keduanya unggul dalam formulasi 18 partai yang lolos pemilu 2024.
Anies secara dominan berhasil mendapatkan dukungan pemilih di 6 partai, antara lain Nasdem (56,9 persen), PKS (57,2 persen), PAN (35,7 persen), PBB (40,0 persen), Demokrat (34,0 persen), dan Partai Ummat (55,6 persen).
Sementara Ganjar dominan mendapatkan dukungan pemilih dari 5 partai, yakni PDIP (62,9 persen), partai Buruh (42,9 persen), Partai Gelora (50,0 persen), Partai Hanura (66,7 persen) dan PSI (75,0 persen).
“Secara statistik, (sementara ini) Pemilu 2024 memang menjadi medan pertempuran antara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Kemenangan kedua kandidat ini akan ditentukan oleh ketepatan memilih calon Wakil Presiden yang memiliki sebaran dukungan yang kuat di seluruh provinsi dan partai politik,” ujar Azhari.(fri/jpnn)
Hasil survei Trust menunjukkan kepuasan publik berada pada level 62,5 persen, bergerak turun dari tingkat kepuasan tahun lalu berada di level 65,7 persen.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Pemerintah Siapkan Retret Gelombang Kedua untuk Kepala Daerah
- Fenomena Pendatang Saat Mudik, Wagub Jabar: Jangan Membebani Pemerintah!
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar