Keputusan BWF Bikin Ahsan / Hendra Gigit Jari

Sebagai bentuk kekecewaan, Herry memastikan Ahsan/Hendra mundur dari Korea Masters. Sebab, menurut dia tidak ada gunanya. Herry menambahkan, keputusan BWF itu tidak hanya merugikan Indonesia. "Negara lain merasa dirugikan juga. Dan dan reaksi mereka sama seperti saya, kecewa," imbuhnya.
Dia yakin akan banyak pemain yang mengundurkan diri dari Korea Masters. PP PBSI, lanjut Herry, sudah melayangkan protes kepada BWF. Sebab, tidak ada alasan jelas mengapa Korea Masters dicoret dari perhitungan poin Race to Guangzhou. "Kami sudah protesnya ke BWF untuk menanyakan, kenapa kok bisa begini," tandasnya.
Reaksi berbeda ditunjukkan pelatih kepala tunggal putra Hendry Saputra. Dia tidak mau ambil pusing mengenai keputusan BWF. "Enggak apa-apa. Mau bagaimana lagi, sudah diputuskan," ucapnya.
Hendry bersikap realistis, karena peluang Jonatan Christie untuk menembus 8 Besar berat. Poinnya jauh dari peringkat ke-8 BWF World Tour. ''Yang penting Indonesia sudah menempatkan dua pemain. Ada Tommy (Sugiarto) dan (Anthony Sinisuka) Ginting. Yang penting poin untuk Olimpiade aman,'' papar dia. (han/na)
BWF mengumumkan tidak memasukkan poin di Korea Masters dalam perhitungan ranking ke BWF World Tour Finals
Redaktur & Reporter : Adek
- BWF World Tour: Rapor Merah Bulu Tangkis Indonesia, 7 Turnamen 1 Trofi
- Indonesia Masters 2025: Sayang Banget Kalau Tak Ada Atlet Tuan Rumah jadi Juara
- Indonesia Masters 2025: Tarian Terakhir The Daddies Akan Spesial
- Malaysia Open 2025: Era Baru Dimulai, Indonesia Tak Disebut
- BWF World Tour Finals 2024: Jonatan Christie Siap Hadapi Tantangan 4 Besar
- Bermain Lebih Variatif, Dejan/Gloria Revans Raih Kemenangan Atas Wakil Jepang