Kera Slow
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Dalam hati, saya tersenyum. Kok yang ditanyakan pertama soal binatang. Bukan perkembangan perusahaan.
Bagi kebanyakan orang, kebun binatang ini sudah satu perusahaan besar sendiri.
Setidaknya pembiayaannya. Orang utan pun dibuatkan rumah yang sangat khusus.
Salah satu anak orang utan itu sangat manja: minta terus digendong petugas wanita di kandang itu. Saya mencoba menggendongnya juga. Tidak mau. Ups.
Ternyata mau. Ia bukan anak orang utan yang penakut.
Datuk Low pun mengajak ke kelompok burung. Ia terus bicara soal binatang. Dan binatang.
Ia sudah tahu soal perusahaan. Tidak perlu bertanya.
Ia tentu hafal labanya tahun lalu saja Rp 30 triliun. Berarti laba Bayan dua kali lipat dari laba Adaro atau KPC–padahal produksinya hanya sekitar separuh dari Adaro. Pun KPC.
Saya bertemu orang yang kekayaannya naik Rp 30 triliun hanya dalam dua tahun itu: Datuk Low Tuck Kwong. Di lokasi yang begitu jauh. Di pedalaman Kaltim.
- Jokowi: Ini Sudah Jadi Fitnah di Mana-Mana
- Soal Ijazah Jokowi Diduga Palsu, UGM Siap Buka-Bukaan
- Poo Cendana
- Digeruduk Sekelompok Massa, UGM Beberkan Bukti & Mengakui Jokowi sebagai Alumnusnya
- Dr Tifauzia & Roy Suryo Audiensi dengan UGM, Minta Kampus Jangan Jadi Alat Seseorang
- Soal Keaslian Ijazah Jokowi, Amien Rais Berkata Begini