Kerja Panglima TNI di Papua Patut Diacungi Jempol

jpnn.com, JAKARTA - Pulihnya kondisi keamanan di Papua dan Papua Barat membuktikan bahwa kinerja Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahyono sukses melakukan konsolidasi keamanan.
Baik itu dalam konteks sinergi antaran TNI dan Polri ataupun kekuatan civil society di Papua dan Jakarta.
BACA JUGA : Densus 88 Bergerak ke Papua, Telisik Kemungkinan ISIS Terlibat Kerusuhan
Keputusan Panglima TNI dan Kapolri untuk berkantor di Papua tentunya diambil dengan perhitungan matang dan terukur, bahkan Panglima memberi kesan kehadiran militer di Papua bukan semata - mata melakukan upaya militeristik seperti yang dituduhkan berberapa pihak.
"Panglima suskses melakukan pendekatan dialogis, dia dan Kapolri membuka ruang dialog dengan masyarakat Papua dan itu dibuktikan dengan mengundang para tokoh masyarakat Papua dimulai dihari pertama mereka berkantor disana," ujar Pengamat Kebijakan Publik Universitas Bung Karno, Cecep Handoko dalam keterangan persnya hari ini.
Cecep berpandangan sudah sepantasnya publik mengapresiasi langkah Panglima TNI, dirinya tidak sependapat dengan beberapa pihak yang menganggap Panglima lemah dalam penangan kerusuhan Papua.
"Saya berpendapat kepemimpinan Panglima saat ini memang berbeda terkesan kalem tapi pasti, menilai kinerja Panglima harus dilihat secara menyeluruh bukan hanya sebatas soal Papua hari ini saja," jelasnya.
BACA JUGA : Andai TNI dan Polri Lelet, Papua Bakal Semakin Mencekam
Keputusan Panglima TNI dan Kapolri untuk berkantor di Papua tentunya diambil dengan perhitungan matang dan terukur untuk meredam situasi.
- Laksdya TNI Erwin S Aldedharma Berpeluang Jadi Panglima TNI
- TNI Kerahkan 66.714 Personel untuk Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran 2025
- Sambut Hari Raya Idulfitri 2025, Panglima TNI Membuka Bazar Murah Demi Kesejahteraan Prajurit dan PNS
- Panglima TNI Serahkan Paket Sembako Kepada Prajuritnya Menjelang Idulfitri 1446 H
- Ribuan Tentara Terimbas UU Baru TNI, Harus Pensiun atau Ditarik ke Barak Lagi
- Dorong Semangat Baru di Tubuh TNI, 6 Jabatan Strategis Diserahterimakan