Kersamanah, Kecamatan di Garut yang di Lima Desanya Banyak Orang Gila (2-Habis)
Cari Perhatian dengan Salto dan Berbahasa Inggris
Jumat, 01 Mei 2009 – 06:36 WIB
Biasanya, setiap sore Jaja nongkrong di sebuah lapangan di Kampung Calingcing, Desa Kersamanah. Lulusan sekolah teknik mesin (STM, sekarang bernama sekolah menengah kejuruan) itu menunggu warga kampung lain yang akan bermain bola. Nah, ketika mereka sudah bermain bola, giliran Jaja mengganggu.
Asep menuturkan, di tengah permainan, Jaja bisa langsung menyerobot bola. Dia lantas menggiring bola itu meliuk-liuk melewati pemain belakang dan menceploskannya ke gawang. ''Nih, Maradona lagi menggiring bola,'' ujar Asep menirukan Jaja.
Soal giringan, Jaja memang ahlinya. Bekal sebagai pemain bola sudah dia dapatkan. Fisik prima, tubuh liat, dan kecepatan berlari semuanya ada pada dirinya. Maklum, Jaja dulu dikenal sebagai pemain ''timnas'' di Kersamanah.
Begitu pula soal kecerdasan. Ketika masih waras dulu, lelaki bertubuh legam itu dikenal cerdas. Nilai rapornya pun tak mengecewakan. Bahkan, Jaja fasih pandai berbahasa Inggris. Asep lantas menoleh kepada Jaja. ''How are you today?'' ujarnya. Jaja tersenyum. ''I'm fine,'' jawabnya singkat.
Sebanyak 74 warga Kersamanah dilaporkan menderita skizofrenia, yakni penyakit gangguan jiwa serius. Tim survei dari Pemprov Jabar dan Pemkab Garut
BERITA TERKAIT
- Eling Lan Waspada, Pameran Butet di Bali untuk Peringatkan Melik Nggendong Lali
- Grebeg Mulud Sekaten, Tradisi yang Diyakini Menambah Usia dan Menolak Bala
- AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka di Tanah Jawara
- MP21 Freeport, Mengubah Lahan Gersang Limbah Tambang Menjadi Gesang
- Sekolah Asrama Taruna Papua, Ikhtiar Mendidik Anak-anak dari Suku Terpencil Menembus Garis Batas
- Kolonel Zainal Khairul: Pak Prabowo Satuan Khusus, Saya Infanteri dari 408