Kesedihan Warga Indonesia Merespons Aturan Tahun Baruan di Sydney


Biasanya, Hendra yang memiliki bisnis properti di Sydney, sudah menyusun rencana akhir tahun dari "jauh-jauh hari", yaitu tiga sampai empat bulan sebelumnya.
Namun, pandemi telah membuat dirinya dan teman-temannya ragu-ragu untuk membuat rencana.
"Sebenarnya ada rencana, tapi terus terang karena ada beberapa aturan yang suka berubah, kadang-kadang kami agak sedikit bingung juga," kata Hendra.
"Kondisi sekarang tidak tentu ... agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya."
Kali ini, ia dan keluarganya tidak mereservasi tempat terbaik untuk melihat kembang api, seperti yang dilakukan kebanyakan warga Sydney setiap tahunnya.
Area penonton kembang api yang setiap tahunnya diramaikan pengunjung hanya akan dibuka bagi pekerja garis terdepan COVID-19 dengan tetap harus melakukan 'social-distancing'.
Pengkhususan ini adalah bentuk ucapan terima kasih atas kontribusi mereka dari Pemerintah Pusat Australia.
Hendra Wijaya dan keluarganya hampir tidak pernah melewatkan pesta kembang api akhir tahun di Sydney, Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi