Ketika 41 Pesumo dari Jepang Berlaga di Istora Senayan, Jakarta
Arena Disulap Jadi Dohyo, Yang Tampil Kasta Tertinggi

Sementara itu, lima kasta lainnya adalah Juryu, Makushita, Sandanme, Jonidan, dan Jonokuchi. Kasta dalam divisi Maku-uchi ditambah dengan kasta Juryu membentuk divisi yang disebut Sekitori. Oleh masyarakat Jepang, pesumo yang masuk dalam Sekitori itulah yang dianggap sebagai pesumo andal. Mereka juga memiliki status sosial yang tinggi di dalam struktur masyarakat Jepang.
Namun, menduduki kasta tertinggi dalam peringkat sumo tidaklah mudah. Tidak hanya harus doyan makan, para pesumo diwajibkan berlatih keras setiap hari selama di dalam asrama yang dibuat khusus untuk mereka.
Salah seorang pesumo dari kasta Yokozuna, Hakuno, menceritakan bahwa dirinya bisa mampu meraih prestasi tertinggi sebagai rikishi di Yokozuna karena berlatih keras dan ketat. Itu dijalani selama bertahun-tahun.
Untuk diketahui, pesumo mulai menjalani karir sebagai pesumo profesional umumnya sejak menginjak usia 15 tahun. Mulai usia tersebut, pesumo setiap hari diwajibkan menjalani latihan ketat di dalam asrama.
"Setiap hari saya berlatih keras serta memanfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya," ungkap Hakuno yang memiliki nama asli Munkhbat Daaajrgal tersebut.
Soal asupan makanan, jangan ditanya lagi. Pesumo asal Mongolia yang memiliki berat badan 153 kilogram dan tinggi 1,9 meter tersebut mengaku hanya makan dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore. Namun, porsi yang dikonsumsi superbesar, yaitu porsi untuk 8-10 orang dewasa.
"Agar tenaganya kuat. Kalau tidak makan banyak, tidak ada tenaga," tuturnya.
Dia menjelaskan, makanan utama bagi pesumo adalah chanko-nabe dan nasi. Dalam sehari, jenis makanan tersebut bisa memberikan energi kepada pesumo hingga 7.000 kkal atau energi tiga kali orang biasa.
Sumo adalah olahraga tradisional Jepang yang masyhur di dunia. Namun, jarang pertandingan sumo digelar di luar Negeri Sakura tersebut. Karena itu,
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara