Ketika Cewek Wonogiri 19 Tahun jadi Buah Bibir di China Open

"Bukan berarti Zhang bisa dengan mudah dikalahkan. Namun, kami belum pernah ketemu dan sama-sama harus membaca permainan lawan," tuturnya.
Grego mengatakan, dia masih harus meningkatkan kepercayaan diri, khususnya saat menghadapi pemain yang peringkatnya lebih baik. Saat ini Grego duduk di peringkat 21 dunia.
"Saya belum bisa mengalahkan pemain yang berperingkat di atas saya, malah terkadang saya kalah dari peringkat yang di bawah. Mungkin saya terlalu banyak berpikir tentang bagaimana cara bermain," sebut Grego.
Di perempat final hari ini, Grego akan meladeni peringkat delapan dunia asal Jepang, Nozomi Okuhara. Rekor Grego melawan Nozomi 0-1. Kekalahan dia derita saat Badminton Asia Team Championships 2018. Saat itu Grego kalah 5-21, 21-19, 15-21.
"Saya harus bermain lebih sabar," kata pemain yang sudah mengenyam latihan di pelatnas Cipayung sejak 2013 ini. (adk/jpnn)
Perempat final tunggal putri China Open 2018:
1. Gao Fangjie (Tiongkok) vs Carolina Marin (Spanyol/unggulan 6)
2. Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) vs Nozomi Okuhara (Jepang/8)
3. Chen Yufei (Tiongkok/5) vs Pusarla V Sindhu (India/3)
4. He Bingjiao (Tiongkok/7) vs Akane Yamaguchi (Jepang/2)
Semifinal: Menang 1 vs M2, M3 vs M4
Gregoria Mariska akan berhadapan dengan Nozomi Okuhara di perempat final China Open Jumat (21/9) sore nanti.
Redaktur & Reporter : Adek
- Demi All England 2025, Jorji Tunda Bulan Madu
- Kabar Kurang Sedap dari Indonesia Masters 2025
- Indonesia Masters 2025: Sayang Banget Kalau Tak Ada Atlet Tuan Rumah jadi Juara
- Gagal di Malaysia dan India, Gregoria Mariska Buka Harapan di Indonesia Masters 2025
- Jorji Kalah Lawan Gadis Ajaib Korea di Semifinal India Open 2025, Rekornya Kini 0-11
- India Open 2025: Motivasi Jorji Memukul Jago Tuan Rumah