Ketika Jepang Diguncang Gempa, Fitri Langsung Lari

Baru beberapa hari kemudian dia bisa pulang ke Chiba. Dia sangat terkejut melihat kerusakan yang lebih parah terjadi di Chiba.
’’Saat tiba di Chiba, saya tidak boleh meminum air sembarangan,’’ ungkapnya.
Air keran yang biasanya bisa langsung diminum saat itu tidak boleh langsung diminum.
Sebab, radiasi nuklir dari pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima mengalami kerusakan sehingga air rentan tercemar.
Sebagai gantinya, mau tidak mau Fitri harus mengonsumsi air mineral kemasan.
Selang beberapa saat setelah gempa besar yang berujung tsunami dan rusaknya fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di kawasan Fukushima itu, Fitri mendapat pengalaman besar.
Dia diajak ahli nano material Prof Katsumi Kaneko untuk bergabung di timnya. Saat itu Katsumi ditunjuk pemerintah Jepang untuk ikut membantu menangani rusaknya fasilitas nuklir di Fukushima.
’’Kebetulan, sejak awal kuliah di Chiba, saya sudah dibimbing Prof Katsumi Kaneko,’’ tuturnya.
Fitri Khoerunnisa, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, pernah meneliti baju tahan radiasi nuklir berbasis teknologi nano karbon.
- Penyebab Mahasiswa UPI Tewas di Gymnasium, Kapolrestabes Bandung: Kasus ini Prosesnya Ditutup
- Mahasiswi UPI Tewas Terjatuh, Polisi Ungkap Fakta Baru
- Mendiktisaintek Diminta Perhatikan Sistem Pemilihan MWA dan Rektor di UPI
- Jepang Lanjutkan Pembuangan Limbah Nuklir ke Laut, Kekhawatiran Global Muncul
- Gelar Seminar AI di UPI & Unpad, Yandex Ingin Ciptakan Lingkungan Digital Lebih Aman
- Jadi Sentra Implementasi DBON, Kampus UPI Siap Berkontribusi Memajukan Prestasi Olahraga Nasional