Ketua Banggar DPR Dorong Perubahan Pola Subsidi BBM dan LPG

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah mengatakan harga minyak dunia mengalami kenaikan cukup tinggi tahun ini.
Oleh karena itu, menurut Said, Pemerintah telah menganggarkan subsidi energi yang sangat besar hingga mencapai Rp 502 triliun.
Dana tersebut, menurut Said, hanya habis digunakan untuk menyubsidi harga energi yang saat ini 80 persen subsidi LPG 3 Kg masyarakat mampu.
“Kenaikan harga pertalite juga mendorong migrasi keluarga mampu mengonsumsi pertalite, akibatnya kuota Pertalite yang disediakan pemerintah tidak mampu menahan lonjakan permintaan pertalite,” ujar Said dalam keterangan tertulis pada Sabtu (27/8).
Said menjelaskan perkiraan pemerintah, pada Oktober nanti stok pertalite diperkirakan habis jika menyimulasikan dengan tren konsumsi sekarang ini.
Dia menilai subsidi solar juga tidak tepat sasaran karena gap harga solar subsidi dengan nonsubsidi sangat besar.
“Banyak terjadi penyelundupan solar subsidi,” kata Said.
Menurut Said, perubahan pola subsidi BBM dan LPG menjadi keniscayaan yang harus diubah oleh pemerintah.
Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengatakan perubahan pola subsidi BBM dan LPG menjadi keniscayaan yang harus diubah oleh pemerintah.
- Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Turun Mulai 1 April, Ini Rinciannya
- Kado Lebaran dari Pertamina: Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini 29 Maret 2025
- Kado Idulfitri Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Ini
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional
- Mudik Nyaman Bersama Pertamina: Layanan 24 Jam, Motoris dan Fasilitas Lengkap
- Polresta Bandung Sidak SPBU Nagreg, Pastikan Takaran BBM Akurat saat Arus Mudik