Ketua DPD Ajak Mahasiswa Musuhi Politik Uang

jpnn.com - JAMBI - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman minta mahasiswa berpartisipasi aktif dalam pemilu legislatif dan presiden. Menurutnya, partisipasi para mahasiswa dalam pemilu sangat penting dan menentukan sukses tidaknya pesta demokrasi lima tahunan itu.
Permintaan itu disampaikan Irman di hadapan mahasiswa Universitas Jambi di Jambi, Selasa (25/3). "Saya yakin, para mahasiswa Universitas Jambi akan menggunakan hak pilihnya secara baik dalam pemilu 2014 ini. Saya percaya itu, karena keikutsertaan mahasiswa dalam pemilu sangat menentukan jalannya demokrasi," katanya.
Selain itu, lanjut Irman, para mahasiswa juga punya kewajiban moral untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat luas guna mengurangi jumlah golput dan politik uang. Ditegaskannya, politik uang justru ancaman bagi demokrasi.
"Dalam bahasa yang mudah dipahami, saya berharap mahasiswa bisa mempersuasi agar masyarakat tidak menerima uang dari para caleg dalam kaitan pemilu. Pilih caleg yang tidak pakai uang. Pemberi dan penerima uang dalam masa kampanye bisa dipidana. Makanya musuhi politik uang," ujar Irman.
Bagaimana dengan ajakan agar uangnya tetap diterima tapi tak perlu memilih calegnya? "Jangan terima uangnya dan jangan pula pilih dia," ucapnya.(fas/jpnn)
JAMBI - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman minta mahasiswa berpartisipasi aktif dalam pemilu legislatif dan presiden. Menurutnya,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ketua KPU Ungkap Kebutuhan Anggaran RP 486 Miliar Buat PSU Pilkada
- Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Soal Anggaran Pengamanan PSU
- Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
- Bupati Tasikmalaya Terpilih Ade Didiskualifikasi MK, KPU Jabar Beralasan Begini
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada