Ketua KPK tak Tegas Soal Status Anas
Sudah Ada Sprindik tapi Belum Diteken
Jumat, 08 Februari 2013 – 17:08 WIB

Ketua KPK tak Tegas Soal Status Anas
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memberikan jawaban mengambang saat ditanya mengenai status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan Sarana Olahraga Nasional di Bukit Hambalang. "Masih banyak hal yang perlu didiskusikan, masih banyak hal perlu disamakan persepsi," kata pria berkumis itu. Abraham membantah kalau dirinya sudah sepakat menjadikan Anas tersangka, sementara pimpinan lainnya tidak.
"Saya ingin jelaskan saat ini hanya ada saya dan Zul (Zulkarnain Wakil Ketua KPK), sehingga kami tidak bisa melakukan diskusi-diskusi panjang untuk ambil satu putusan," kata Abraham menjawab pertanyaan wartawan, di KPK usai pelantikan Sekretaris Jenderal KPK yang baru, Jumat (8/2). Abraham menyatakan, dalam pengambilan keputusan itu harus kolektif kolegial.
"Kami sudah sepakat, tapi kan harus tandatangan semua," katanya. Sebelumnya santer dikabarkan Anas jadi tersangka Hambalang. Namun, Juru Bicara KPK Johan Budi menyatakan, kabar itu tidak benar alias hoax. Nah, sekarang ini Abraham Samad saat ditanya apakah saat ekspose kasus terakhir sudah mendapatkan dua alat bukti menjerat Anas sebagai tersangka, memberikan jawaban diplomatis.
Baca Juga:
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memberikan jawaban mengambang saat ditanya mengenai status Ketua Umum Partai Demokrat
BERITA TERKAIT
- Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon Tarif Tol 20 Persen Hingga Sistem One Way
- Kapolri Jamin Harga Pangan Stabil Sesuai HET Saat Ramadan
- Ini Solusi Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno untuk Percepat Transisi Energi di Indonesia
- Sidang Korupsi Retrofit Belum Hadirkan Hengky Pribadi, Aktivis Sumsel Sentil KPK
- Prabowo Tegur Seskab Teddy Gegara Tak Undang Jokowi Saat Peluncuran Bank Emas
- Sahroni Minta Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI Diusut Transparan