Ketua MK Dilaporkan Pegawainya ke Dewan Etik
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat diadukan pegawainya, Abdul Ghoffar Husnan, dewan etik di institusinya, Rabu (31/1).
Ghoffar melaporkan Arief terkait pernyataannya di sebuah media online. Dalam berita tersebut, hakim konstitusi asal Semarang itu menyebut Ghoffar sering membolos kerja, meminta jabatan struktural, dan sakit hati.
’’Perlu saya tabayunkan dan institusi yang paling berwenang adalah dewan etik, forum yang disediakan untuk tabayun,’’ ujar Ghoffar di gedung MK, Jakarta, Rabu.
Kasus itu bermula dari pernyataan Ghoffar dalam kolom opini media nasional yang menilai Arief layak mengundurkan diri karena dua kali terjerat kasus etik.
Tak terima dengan hal itu, Arief membalas dengan menyebut pernyataan tersebut didasari sakit hati.
Menurut Ghoffar, pernyataannya dalam opini media nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban pada kredibilitas institusi tempatnya bekerja.
Menurut dia, dua kali tersandung kasus etik sudah cukup untuk alasan mengundurkan diri. ’’Saya berbicara soal institusi. Lembaga ini harus kita jaga bersama-sama,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Dewan Etik MK Salahuddin Wahid membenarkan adanya laporan tersebut. Meski demikian, dia belum mengetahui duduk persoalannya.
Dalam kolom opini media nasional, Ghoffar menyatakan Ketua MK Arief Hidayat layak mengundurkan diri karena dua kali terjerat kasus etik.
- Ketua MK Prediksi Ratusan Kandidat Bakal Mengajukan Sengketa Pilkada
- Gugatan PTUN Anwar Usman Dikabulkan, MK Bakal Lakukan Ini
- Hakim MK: Pelanggaran Prinsip Pemilu Tampak Jelas dengan Kasat Mata
- Menyampaikan Dissenting Opinion, Hakim Arief Singgung Soal Jokowi yang Partisan
- Sampaikan Dissenting Opinion, Saldi Isra Anggap Dalil Politisasi Bansos Beralasan Hukum
- Mahkamah Konstitusi Klarifikasi Kabar Anwar Usman Pakai Fasilitas Ketua MK