Ketua MPR: Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

"Melalui donor darah, kita bisa menjaga kesehatan dengan mudah, tanpa perlu mengeluarkan biaya," jelas Bamsoet.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan berdasar data PMI DKI Jakarta, kebutuhan darah di ibu kota sekitar 1.000 kantong per hari.
Karena pandemi Covid-19 dan berkurangnya pendonor, stok darah di PMI terus menipis, bahkan pernah krisis karena hanya tersedia sekitar 300 kantong per hari. Karena itu, ia menegaskan, aksi donor darah harus terus digiatkan.
"Tak hanya di DKI Jakarta, aksi donor darah juga harus digiatkan di skala nasional," tegasnya.
Menurut Bamsoet, sesuai standar WHO, kebutuhan stok darah setidaknya harus dua persen dari jumlah penduduk.
Secara nasional, Indonesia setidaknya membutuhkan stok 5,2 juta kantong darah setiap tahunnya.
Sementara ketersediaan stok darah di PMI rata-rata baru mencapai 4,1 juta kantong per tahun, sehingga masih belum memenuhi standar WHO.
"Karenanya dibutuhkan gotong royong dari warga untuk giat melakukan donor darah," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Bamsoet menegaskan bahwa walaupun pandemi Covid-19 masih melanda, aksi kemanusiaan seperti donor darah tak boleh terhenti.
Redaktur & Reporter : Boy
- Waka MPR Eddy Soeparno Angkat Bicara soal Protes AS Terhadap Kebijakan TKDN Indonesia
- Sikapi Kebijakan Trump, Waka MPR Tekankan Pentingnya Penguatan Diplomasi Perdagangan
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif