Ketum Muhammadiyah: Jiwa Konstitusi Indonesia adalah Bela Palestina

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berbicara tentang perlunya Indonesia membela Palestina dari penjajahan yang dilakukan Israel.
Sebab, kata dia, sejarah dan konstitusi bangsa mengarahkan Indonesia untuk membela negara yang dipimpin Mahmoud Abbas itu
Haedar menyampaikan itu saat menghadiri acara halalbihalal silaturahmi Idulfitri Keluarga Besar Muhammadiyah yang disiarkan tvMU di YouTube, Minggu (23/5).
"Yang belum paham sejarah dan konstitusi, jiwa konstitusi Indonesia bahwa bela Palestina dan bela setiap hal yang mirip dengan Palestina," kata eks Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Haedar pun menyinggung tentang pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia perlu menghapus segala bentuk penjajahan di dunia dan menjaga ketertiban dunia.
"Nah, dengan dasar ini kita juga membela Palestina dan mengutuk sekeras-kerasnya Israel dan siapa pun kekuatan yang terus mengawetkan agresi dan nafsu kolonialisme," kata pria asal Jawa Barat itu.
Namun, Haedar mengingatkan umat untuk berlaku jujur dan adil. Terutama, ketika ada golongan selain Islam yang menerima perlakuan seperti dialami Palestina.
"Kita pun harus membela, jangan diam. Jadi Muhammadiyah juga harus adil membela setiap peristiwa yang menjadi korban dari agresi dan tindakan semena-mena atas nama apa pun," pungkasnya. (ast/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berbicara tentang perlunya Indonesia membela Palestina dari penjajahan yang dilakukan Israel.
Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan
- Muhammadiyah Kritik Tren Kartu Lebaran Tanpa Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin
- Makna Idulfitri 1446 Hijriah: Momen Kebersamaan, dan Berbagi
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa
- Puasa Energi: Menjalani Ramadan dengan Gaya Hidup Berkelanjutan
- Bicara di Forum LHKP Muhammadiyah, Saleh: Pak Prabowo Itu Tidak Macam-Macam