Ketum MUI Tak Mau Indonesia Jadi Khilafah, Ini Alasannya
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meyakini sistem khilafah tak akan bisa diterapkan di Indonesia. Alasannya, sistem itu tak sesuai dengan perjanjian para bapak bangsa ketika mendirikan Indonesia.
“Kalau kita kan ada kesepakatan melalui Pancasila, UUD. Itu kesepakatan karena mekanisme terikat,” ujar Kiai Ma’ruf usai acara Doa Bersama dan Zikir Akbar Kejaksaan Agung dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 di Jakarta Selatan, Jumat (20/7).
Rais aam syuriah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan, khilafah berarti berbentuk kerajaan. Dia juga menentang upaya mewujudkan sistem khilafah dengan kekerasan dan teror.
“Itu menyalahi kesepakatan cara berjuang dalam Islam, tidak boleh radikal apalagi menggunakan cara-cara teroris,” ujarnya.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menduga aksi teror yang marak belakangan ini karena provokasi pihak tertentu yang yang tidak punya komitmen kebangsaan dan kesepakatan dalam bernegara. “Dia keluar dari itu dan menempuh jalan lain, terjadilah konflik-konflik,” tegasnya.(mg1/jpnn)
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meyakini sistem khilafah tak akan bisa diterapkan di Indonesia.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- BAZNAS, MUI, dan Kemenbud Gelar Nobar Film Peraih Oscar No Other Land
- Solidaritas untuk Palestina, PMII Serukan Boikot 25 Merek Terafiliasi Israel
- Massa Tolak Promosi LGBT Demo di Kantor MUI
- Sertifikasi Halal Dianggap Mahal dan Lama, Ini Jawaban LPH LPPOM
- Akademisi Ajak Masyarakat Cermat Ajakan Boikot Beragendakan Persaingan Bisnis
- MUI Kembali Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel Selama Ramadan