Ketum PSI Sebut Entrepreneur Kebencian Ancaman Terbesar NKRI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengutarakan kekhawatirannya akan kondisi negeri belakangan ini. Menurutnya, ada pihak-pihak yang ingin menciptakan atmosfer permusuhan dan prasangka demi tujuan politik mereka.
"Entah kenapa dua tahun terakhir, saya sering merasa terharu ketika mendengar atau menyanyikan Indonesia Raya. Ada perasaan cinta yang semakin besar, sekaligus rasa cemas melihat apa yang terjadi atas negeri ini," kata Grace di hadapan kader dan caleg PSI se-Jawa Timur di JX Internasional Convention Hall, Surabaya, Selasa (11/12) malam.
"Orang menyebut ini adalah abad ketersinggungan, sebuah abad yang penuh amarah. Masa ketika politik dipenuhi oleh prasangka yang tumbuh subur akibat meluasnya hasutan dan ujaran kebencian," sambungnya,
Grace lantas mengutip hasil penelitian dari Cherian George yang menyebutkan bahwa, ketersinggungan ini adalah hasil rekayasa para 'entrepreneur kebencian' yang memproduksi hasutan dan menyebarkan syak wasangka untuk mendorong timbulnya perasaan palsu.
Ada yang membuat seolah-olah kelompoknya dihina, ada serangan dari luar. Semua dengan tujuan membangkitkan perasaan teraniaya serta ketidakadilan yang berujung pada terciptanya suasana ketersinggungan dan amarah.
"Rekayasa ketersinggungan yang sebetulnya tak lebih dari cara kotor untuk menyingkirkan lawan politik sambil menempatkan diri sebagai pahlawan pembela kelompok, yang pada akhirnya itu semua tak lebih dari sebuah cara kotor meraih kekuasaan. Begitulah rasa ketersinggungan direkayasa. Begitulah cara politik kebencian bekerja," kata Grace.
Menurut Grace, hasutan kebencian ini tersebar melalui media sosial dalam bentuk hoax. Informasi palsu yang sengaja dibuat menyerupai kebenaran.
Hoaks yang merajalela akan menenggelamkan akal sehat dan memperkuat politik identitas. "Itulah ancaman terbesar bagi persatuan kita hari ini," ungkapnya.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengutarakan kekhawatirannya akan kondisi negeri belakangan ini.
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Menakar Potensi Kolaborasi Politik Jokowi dan PSI Menuju 2029
- Mudik Gratis, PSI Berangkatkan Ratusan Pemudik Naik Bus dan Kereta
- Bela Jokowi, Jubir PSI Sebut PDIP Gunakan Provokasi dan Fitnah untuk Meraup Simpati