Keturunan PKI Boleh Jadi TNI, Eks Kabais Ini Berkata Tegas

Berikutnya, calon prajurit juga tidak boleh memiliki catatan kriminalitas berdasarkan keterangan resmi tertulis oleh Polri, sehat jasmani dan rohani, tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Kemudian, lulus pendidikan pertama untuk membentuk prajurit siswa menjadi anggota TNI, serta persyaratan lainnya yang sesuai dengan keperluan.
Berkaitan dengan komunisme dalam seleksi anggota TNI, Soleman menyebut tim penyeleksi harus memperhatikan pengaruh ideologi tersebut dalam diri calon prajurit.
"Pihak penyeleksi tentunya tidak akan meloloskan prajurit yang terpengaruh paham komunis," ucapnya,
Menurut Soleman, yang dilihat itu adalah keterpengaruhan calon mulai ketika menjalani tes, saat pendidikan, naik tingkat dan tahapan lainnya.
Eks Kabais itu membeberkan keterpengaruhan itu di antaranya meliputi ekstremisme kiri, ekstremisme kanan, serta ekstremisme lainnya, seperti LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) dan ingin berontak.
"Itu diawasi terus menerus dan ada alat untuk pengawasan sehingga kemungkinan lolos sangat kecil," ujar Soleman. (ant/fat/jpnn)
Eks Kabais Soleman Ponto menanggapi tegas keputusan Jenderal Andika yang membolehkan keturunan PKI jadi prajurit TNI.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Buntut Dugaan Pembunuhan Jurnalis di Kalsel, Legislator Minta Evaluasi Pembinaan TNI