Kewajiban Freeport Kepada Papua Belum Selesai
Hironimus Hilapok - Direktur Honai Perubahan Papua / Komisaris Independen PT Adhi Karya (Persero) Tbk

jpnn.com - Pada tahun 2019, Pemerintah Indonesia di bawah rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sukses menyelesaikan renegosiasi kontrak dengan PT Freeport Indonesia (PT Freeport).
Berdasarkan kesepakatan renegosiasi kontrak tersebut, Freeport wajib hukumnya menaikkan penerimaan negara, penciutan lahan, penggunaan barang-jasa domestik, pembangunan smelter, divestasi saham dan perpanjangan kontrak.
Semua isu di atas hanya membicarakan kepentingan dengan Pemerintah Pusat. Sementara isu-isu penting terkait masyarakat adat seperti ganti rugi lahan, masalah lingkungan hidup, perbaikan kampung adat dan masalah sosial tidak dibahas dalam renegosiasi kontrak dan tidak menjadi bagian penting dalam keputusan tersebut.
Direktur Honai Perubahan Papua / Komisaris Independen PT Adhi Karya (Persero) Tbk Hironimus Hilapok. Foto: Dokumentasi pribadi
Harapannya, Freeport harus membangun pabrik smelter di Papua agar pembangunan Mimika bertumbuh, industri-industri lainnya di Mimika berkembang, angkatan kerja meningkat sehingga memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Mimika maupun Papua secara keseluruhan.
Apalagi didukung dengan adanya pengesahan pemekaran Provinsi Papua Tengah yang membuat Mimika menjadi kota yang sangat strategis bagi Provinsi Papua Tengah maupun Tanah Papua secara keseluruhan.
Semestinya kehadiran smelter di Timika menjadi sangat penting dan menjanjikan untuk mendukung pembangunan Papua Tengah sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 33 Ayat (3) bahwa pemanfaatan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya menjadi milik negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Pada tahun 2019, Pemerintah Indonesia di bawah rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sukses menyelesaikan renegosiasi kontrak dengan PT Freeport Indonesia (PTFI).
- Papua dan Ujian Prabowo - Gibran
- Prajurit TNI Temukan Ladang Ganja di Pegunungan Papua
- Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Isu Pelanggaran HAM
- Kejaksaan Sita Rp 1,5 M Duit Panas PON Papua, Nixon Bidik Pejabat Negara
- Membangun Tanah Papua dengan Adat
- Menu MBG untuk Anak Papua Viral, Tuai Pujain Warganet