Kiai Said Aqil jadi Komisaris Utama PT KAI, Gajinya?

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siradj bakal konsisten menyoroti kebijakan pemerintah, meskipun saat ini berstatus sebagai Komisaris Utama PT KAI.
"Kiai Said tetap akan kritis, terutama atas hal-hal yang dianggap menyimpang dari kemaslahatan publik," kata juru bicara Said Aqil Siradj, Muchamad Nabil Haroen atau akrab disapa Gus Nabil dalam keterangan resminya kepada awak media, Kamis (4/3).
Gus Nabil mengatakan, kritik Said Aqil bertumpu kepada kaidah yang jelas, yaitu kaidah Islam dalam hal untuk membangun kesejahteraan publik.
"Sebaliknya, Kiai Said juga akan mendukung pemerintah dalam program-program yang membela rakyat kecil dan publik secara umum," ujar Gus Nabil.
Dia menuturkan, untuk urusan gaji, Said Aqil tidak akan menikmati gaji Komisaris Utama PT KAI.
Sebab, gaji tersebut akan disedekahkan seluruhnya untuk umat.
"Kiai Said juga berkomitmen bahwa gaji sebagai Komisaris PT KAI akan digunakan untuk sedekah. Tentu saja, Kiai Said selama ini juga getol mengampanyekan filantropi, di antaranya melalui NUCare-Lazisnu," tutur Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama itu.
Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Said Aqil Siradj sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen baru PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggantikan Jusman Syafii Djamal.
Kiai Said Aqil bakal konsisten menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat, meski berstatus Komisaris Utama PT KAI.
- H-1 Lebaran, 21.641 Penumpang Naik dari Stasiun Daop 8 Surabaya
- Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Mulai Jumat sampai Minggu
- Perjalanan 18 Kereta Api Terlambat Akibat Genangan Air di Batang
- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Lepas Peserta Program Mudik Seru Bareng NU
- KAI Logistik Fasilitasi Pengiriman Sepeda Motor dengan Perlindungan Asuransi
- Danone Menjalin Kemitraan Strategis dengan PBNU