Kinerja Belum Moncer, Dewan Ancam Pangkas Anggaran
Dengan kinerja saat ini, mulai tahun 2018 Komisi II akan mulai mengurangi anggaran BPPD. Agar kegiatan promosi pariwisata NTB lebih mandiri dengan melibatkan semua pihak di industri pariwisata. Baginya, BPPD NTB termasuk yang mendapat anggaran cukup besar dibandingkan provinsi lain. Setahun mereka memiliki dana hingga Rp 6 miliar. Anggaran ini mestinya dimanfaatkan maksimal agar promosi bisa semakin gencar. ”Bahkan banyak BPPD provinsi lain yang sama sekali tidak diberikan anggaran promosi dari APBD,” ungkapnya.
Ditegaskannya, mulai tahun depan Komisi II akan memetakan kembali tupoksi promosi wisata antara BPPD dan dinas pariwisata. Sehingga dua lembaga itu bisa dirasakan kehadiran dalam mempromosikan pariwisata NTB ke depan.
Meski demikian, jika melihat output, jelas kunjungan wisatawan memenuhi target dan dari tahun ke tahun terus meningkat. Ia sendiri mengapresiasi, namun harus tetap dipetakan kembali peran masing-masing agar tidak tumpang tindih.
Sementara itu, Sandi Amaq Rinjani, selaku Direktur Eksekutif BPPD NTB menjelaskan, pada intinya BPBD selama ini punya program sendiri. Namun sering kali BPBD diajak untuk menyukseskan program Dinas Pariwisata.
”Kita punya program sendiri, tapi dinas pariwisata selaku hak pengguna anggaran seringkali ikut campur ke dalam program kita,” katanya.(JPG/ili/r7)
Kehadiran Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Provinsi NTB dalam mempromosikan pariwisata belum terasa.
Redaktur & Reporter : Friederich
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE
- Kuku Bima Meluncurkan Iklan Pariwisata, Perkenalkan Labuan Bajo ke Mancanegara
- Gubernur Herman Deru Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2024 di Sidang Paripurna DPRD Sumsel
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan
- Legislator PDIP Sebut Bandara Buleleng Bakal Memperberat 'Overtourism' di Bali
- Mercy Barends Buka-bukaan soal Kondisi Pendidikan di Daerah 3T